Hiroshi Yamauchi ( Entepreneur! Nintendo )

Biography Seorang Entepreneur Technology (Technopreneur)

HIROSHI YAMAUCHI (Nintendo)

 

 

 

 

 

 

Seorang bussinessman asal jepang yang berhasil mengantarkan Nintendo dari sebuah perusahaan kecil pembuat kartu Hanafuda di Jepang menjadi perusahaan video game multi-billion dollar.

Biodata

–   Born                  :      Hiroshima (Shenama) Yamauchi

November 7, 1927 (age 82)

–   Nationality     :      Japanese

–   Almamater     :      Waseda University (dropped out)

–   Occupation    :      President and Chairman , Nintendo (1949-2002, 2002-2005)

–   Net worth       :      $7.8 Billion

–   Spouse             :     Michiko Inaba

–   Children          :     3

–    Parents           :     Kimi & Shikanojo Yamauchi

Nah, kawan-kawan semua pasti tahu kan Nintendo, itu tuh perusahaan Game yang mulai merintisnya dari kita jaman belon sekolah dulu, bisa dibilang udah lama banget deh, tapi kerennya ampe sekarang tuh perusahaan masih utuh aje malahan gak mo kalah ama vendor-vendor laen yang bagus-bagus, nah siapa si sebenernye orang dibalik kesuksesan Nintendo ntuh, nah mangkenye nih ane posting disini biar Agan-agan pade tahu (nah lo bahasa kaskus keluar tuh heheh). Sebenernye sih ini buat tugas sekalian aje deh di share, pan ilmu ada untuk dibagi, iyak apa iyak? yah udah lah langsung simak aje Gan… hehehe nanti jangan lupa ya abis Agan baca nih postingan jgn lupa cendolnya Gan heheheh eh komenk nya yee….

Biography

Tahun-tahun awal kehidupan Hiroshi

Hiroshi Yamauchi lahir pada tanggal 7 November 1927, ia merupakan anak dari Kimi dan Shikanojo Yamauchi. Kimi Yamauchi, adalah cucu dari penemu/perintis Nintendo yang menikahi Shikanojo Inaba, seorang pria dari keluarga yang terhormat yang bersedia memakai nama keluarga Yamauchi. Meskipun banyak yang mengira bahwa ia (Shikanojo) akan mengambil alih perusahaan keluarga istrinya saat president berhenti, namun secara misterius ia meninggalkan keluarganya di tahun 1933. Karena merasa malu, kimi tinggal dengan kakaknya dengan menitipkan anak laki-lakinya pada kedua orangtuanya.yang mendidik Hiroshi dengan keras sembari mereka menjalankan Nintendo. Tumbuh tanpa kedua orang tua dan dengan didikan yang keras dari kakek neneknya, ia tumbuh menjadi pemuda yang sombong dan tidak menaruh hormat kepada kakek neneknya yang telah mendidiknya.

Diusianya yang ke dua belas, Hiroshi disekolahkan di sekolah lanjutan swasta di Kyoto. Meskipun ia diharapkan untuk belajar hukum ataupun teknik di Universitas, perang dunia ke-2 datang, sehingga ia terpaksa menahan rencananya. Saat itu pun ia terlalu muda untuk berperang sehingga harus tetap bersekolah, ia diberikan tugas di pabrik kemiliteran.

Setelah perang dunia berakhir di tahun 1945, Hiroshi mengambil study di Universtas Waseda untuk belajar hukum. Tidak lama kemudian ia menikah dengan Michiko Inaba (tidak ada hubungan dengan Ayahnya) yang merupakan keturunan dari seorang samurai yang menjalankan usaha kecil di Kyoto, membuat serpihan cloisonn. Secara tradisi, kedua orang tua dari pasangan yang akan menikah seharusnya bertemu, namun karena ayahnya tidak ada, kakek neneknya lah yang mengurusi pernikahannya.

Memulai karir di Nintendo

Di tahun 1949, Kakek Hiroshi Yamauchi mengalami stroke. Sebagai President dari Nintendo dan sedang sakit, ia meminta cucunya untuk mengambil alih perusahaan dan harus meninggalkan sekolah dan bersegera untuk datang ke Nintendo untuk memangku jabatan sebagai president. Tanpa rasa iba, Hiroshi meminta dengan tegas beberapa syarat, salah satunya adalah bahwa dia yang menjadi satu-satunya anggota keluarga yang bekerja di Nintendo yang berarti saudara sepupunya harus dipecat. Kakeknya menyetujui dengan rasa enggan dan tidak lama kemudian ia meninggal tanpa sempat menyaksikan kesuksesan bisnis yang akan dialami Nintendo.

Diusia dua puluh satu tahun, Hiroshi meraih posisi president ketiga Nintendo, posisi yang seharusnya dimiliki oleh ayahnya. Karena usianya yang muda dan juga ia sangat kurang akan ilmu management serta kurang pengalaman, sebagian besar pegawai tidak menghormati dan tidak sediki yang membencinya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengganti semua karyawan lama dan juga memecat setiap manajer satu per satu, ia ingin menghilangkan tipikal tradisional dari Nintendo, bahkan penjaga yang menanyakan kewenangannya pun harus pergi dari perusahaannya.

Nama dari perusahaannya segera berubah menjadi Nintendo Karuta (Nintendo Playing Cards). Ia adalah orang yang pertama kali memperkenalkan kartu permainan orang Barat dari plastik ke dalam pasar Jepang. Kartu ini masih sangat baru di Jepang dan masyarakat mencampurnya dengan permainan judi ala barat seperti poker dan bridge. Kebanyakan aktifitas judi di Jepang secara teknis dilarang hanya ada beberapa pengecualian seperti judi balap kuda, pachinko dan lotere. Oleh karena itu, pasar untuk sesuatu hal berbau judi termasuk Hanafuda di dalamnya sangat terbatas.

 

Awal Kesuksesan Nintendo

Pada tahun 1959, Yamauchi membeli license dari Walt Disney untuk kartunya, Nintendo berhasil mencetak hits dengan menjual 600.000 pak kartu dalam setahun dan membuatnya mendominasi pasar permainan kartu Jepang. Meskipun mencetak hits, Hiroshi masih merasa ada yang kurang, dia merasa pasar Nintendo baru tersedia sedikit ruang untuk berkembang lalu ia mengganti lagi nama perusahaannya menjadi Nintendo Company, Limited (NCL). Karena memerlukan pembiayaan untuk bisnis barunya, Ia mengambil public Nintendo dan menjadi ketua perusahaannya. Ide-idenya untuk perusahaan – perusahaan barunya adalah nasi instant, perusahaan taxi Daiya, dan love hotel dengan sewa ruangan per jam. Nasi instantnya gagal, Yamauchi lelah bernegosiasi dengan persekutuan taxi, dan walaupun love hotelnya hanya nafsu personal saja, akhirnya ia menutupnya. Malahan, Yamauchi ingin mengambil keuntungan dari system distribusi Nintendo yang mana dicapai dalam mainan dan  toko serba ada di seluruh Negara tersebut dan Nintendo menjadi perusahaan hiburan.

Di tahun 1969, Hiroshi mengeset perusahaannya pada jalur baru dan membuat sebuah departement atau lembaga yang dinamainya Games sederhana. Membuka toko di Kyoto, ini merupakan kantor research dan development pertama Nintendo. Ia  menyewa Gunpei Yokoi untuk membuat project barunya di divisi Game, lalu ketika Yokoi menanyakan game apa yang ingin dibuat, Yamauchi hanya bilang, “Buatlah sesuatu yang hebat”. Mainan yang dibawa oleh Yokoi adalah Ultra Hand yang mana diperkirakan akan sukses. Dan setengah dekade kemudian, Nintendo telah tumbuh menjadi pembuat mainan yang sukses dengan produknya seperti seri Ultra, Love Tester, dan Pistol nyala dengan menggunakan solar sel sebagai targetnya. Bagaimanapun juga, popularitas dari nintendo brainchildren terbaru Laser Clay Series terganggu karena Jepang kekurangan sumber minyak beberapa tahun berikutnya sehingga Yamauchi harus membuat produk yang baru lagi.

 

Kisah Keluarga ditengah Majunya Nintendo

Yamauchi jarang-jarang melihat ibunya, ia semakin terlihat seperti bibi baginya. Ia tidak pernah melihat ayahnya lagi, dan ia pernah mengatakan bahwa baginya, ayahnya tidak berharga dan merupakan pendusta. Dan ketika ia (Yamauchi father’s) kembali dikemudian hari dan ingin sekali berbicara dengan anaknya, Yamauchi menolaknya. Lalu diakhir usianya  yang  ke-20an, Yamauchi mendengar bahwa ayahnya meninggal karena stroke dan ia duduk menyendiri seharian penuh sebelum akhirnya memutuskan untuk menghadiri pemakamannya. Kematian ayahnya merubah dia, dan dia berduka cita beberapa bulan setelah pemakaman. Yamauchi telah memaafkan ayahnya dan mulai mengunjungi makamnya secara teratur.

Michiko melahirkan anak pertamanya yang pertama ditahun 1950, anak perempuan yang dinamainya Yoko. Setelah Yoko lahir, Michiko mendapat beberapa kali keguguran dan sering kali sakit sehingga lebih sering di kasur. Hingga tujuh tahun kemudian ia baru bisa melahirkan anak perempuan kembali dan dinamai Fujiko lalu kemudian anak laki-laki, Katsuhito. Hiroshi lebih sering memikirkan Nintendo daripada anak-anaknya sehingga keluarganya membenci perusahaannya itu

Yoko kemudian menikah dengan Minoru Arakawa, seorang yang sangat dihormati oleh keluarga Kyoto yang memiliki bisnis tekstil dari beberapa generasi. Ia bekerja untuk perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan hotel dan kantor di dunia. Semenjak Yoko pindah ke Kanada dengan suaminya, saudara perempuannya tinggal di Jepang dan menikahi seorang Dokter. Katsuhito Yamauchi bekerja pada agen periklanan dikenal Dentsu ( tanpa sengaja merupakan perusahaan yang sama yang membentuk NDCube dengan NCL di tahun 2000 nantinya).

Memulai Era Elektronik

Hiroshi Yamauchi menyadari bahwa era teknologi di dunia industri elektronik mengartikan bahwa elektronika bisa dimasukkan kedalam produk yang berlabel hiburan untuk menanggulangi harga mainan yang terus menurun. Pada saat itu Atari dan Magnavox sudah menjual game divais untuk televisi. Hiroshi menginginkannya dan bernegosiasi perihal masalah lisensi dengan Magnavox untuk menjual game konsolnya Magnavox Odyssey. Setelah menyewa beberapa karyawan Sharp Elektronik, Nintendo melaunching Color TV Game 6 di Jepang, yang kemudian disertakan beberapa revisi dan updet.

Hiroshi memutuskan untuk mengepakkan sayapnya ke Amerika dengan tujuan mencari masukan di pasar Amerika. Ia mempekerjakan menantunya untuk mengepalai operasi di Amerika. Hal yang tidak diduga terjadi di Amerika, karena game seperti Radar Scope, Space Fever dan Sheriff yang menjadi Hit di Jepang sama sekali tidak sukses di Amerika. Akhirnya Yamauchi memperkerjakan disainer Shigeu Miyamoto yang mengerjakan Donkey Kong dan menjadi Hit di Amerika.

Hiroshi telah mencoba berbagai macam jenis bisnis dan mencapai sukses ketika menjual mainan (toy producer). Perusahaanya menjadi pengembang dan pembuat video game sejak tahun 1974. Sejak tahun 1983 hingga sekarang, Nintendo menjadi penghasil konsol game terkenal dan hanya perusahaan game konsolnya yang bertahan hingga sekarang.

Hiroshi bukanlah sesorang yang sangat suka terhadap Game akan tetapi Ia memiliki insting yang tajam terhadap kesukaan orang-orang. Dia merupakan pemegang kunci satu-satunya terhadap keputusan tiap produk Game. Meskipun segala keanehan tersebut, ia tetap sangat sukses dalam menjadikan Nintendo menjadi Perusahaan Multi-National.

Di  Penghujung akhir Karirnya

Yamauchi mengmumkan kepensiunannya beberapa kali hingga akhirnya benar-benar pensiun. Banyak orang yang berspekulasi tentang siapa orang yang akan menjadi penerusnya. Kandidat yang ada adalah vice president Atusho Asada, Minoru Akawa, Yamauchi’s son Katsuhito Yamauchi, dan Satoru Iwata.

Di bulan Mei tanggal 31 tahun 2002, Yamauchi turun dari posisinya sebagai president dan digantikan oleh Satoru Iwata dan Yamauchi menjadi kepala dari direksi. Dia keluar dari Direksipada tahun 2005 karena usianya. Ia menolak uang pensiun sari Nintendo (dilaporkan sekitar $9million-$14 million), ia bilang mungkin Nintendo bisa memakainya untuk kegunaan yang lebih baik.

Side Story, just addition…

Bassball club: di tahun 1992, Nintendo Company Limited mengambil alih Seattle Mariners baseball team. Hiroshi Yamauchi membeli club dengan harga 125 juta dolar amerika. Clubnya sekarang di kontrol oleh Nintendo Amerika, oleh Howard Lincoln.

Legacy of Nintendo;  Perusahaan Nintendo saat ini merupakan salah satu perusahaan paling berharga dari Jepang dengan harga pasar US$85billion. Nintendo mendapatkan penghargaan untuk user interface dari Nintendo Wii pada Annual Technology& Engineering Emmy Awards yang ke-59

List of Nintendo games

 

 

  • Wii games

Opini:

Mr. Yamauchi tumbuh dari keluarga broken home, yang menjadikannya sedikit sombong dan tegas, namun hal ini juga yang menghantarkannya menuju kesuksesan, satu hal penting yang bisa diambil dari kisahnya adalah untuk berhasil dalam bidang tertentu anda tdak harus menguasai/memahirkan ilmu, kita cukup menguasai ilmu memanaged orang saja serta dengan insting dan juga disertai dengan deterrminasi yang kuat.

Sumber:

http://www.spiritus-temporis.com/hiroshi-yamauchi/biography.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Hiroshi_Yamauchi

http://asianbiz.blogspot.com/2008/05/hiroshi-yamauchi-richest-man-of-japan.html

http://classicgames.about.com/od/classicvideogames101/p/FusajiroYamauch.html

http://www.gamehiker.com/wiki/index.php?title=Hiroshi_Yamauchi (early life)

http://en.wikipedia.org/wiki/Nintendo

Devi Zumarudin Syah

0806459715

Teknik Komputer

Tugas Rekayasa dan Kewirausahaan

Biography Seorang Entepreneur Technology (Technopreneur)

 

HIROSHI YAMAUCHI (Nintendo)

 

Seorang bussinessman asal jepang yang berhasil mengantarkan Nintendo dari sebuah perusahaan kecil pembuat kartu Hanafuda di Jepang menjadi perusahaan video game multi-billion dollar.

Biodata

Born               :      Hiroshima (Shenama) Yamauchi

November 7, 1927 (age 82)

Nationality      :      Japanese

Almamater      :      Waseda University (dropped out)

Occupation   :    President and Chairman , Nintendo (1949-2002, 2002-2005)

Net worth       :      $7.8 Billion

Spouse                   :     Michiko Inaba

Children                 :     3

Parents :     Kimi & Shikanojo Yamauchi

 

Biography

Tahun-tahun awal kehidupan Hiroshi

Hiroshi Yamauchi lahir pada tanggal 7 November 1927, ia merupakan anak dari Kimi dan Shikanojo Yamauchi. Kimi Yamauchi, adalah cucu dari penemu/perintis Nintendo yang menikahi Shikanojo Inaba, seorang pria dari keluarga yang terhormat yang bersedia memakai nama keluarga Yamauchi. Meskipun banyak yang mengira bahwa ia (Shikanojo) akan mengambil alih perusahaan keluarga istrinya saat president berhenti, namun secara misterius ia meninggalkan keluarganya di tahun 1933. Karena merasa malu, kimi tinggal dengan kakaknya dengan menitipkan anak laki-lakinya pada kedua orangtuanya.yang mendidik Hiroshi dengan keras sembari mereka menjalankan Nintendo. Tumbuh tanpa kedua orang tua dan dengan didikan yang keras dari kakek neneknya, ia tumbuh menjadi pemuda yang sombong dan tidak menaruh hormat kepada kakek neneknya yang telah mendidiknya.

Diusianya yang ke dua belas, Hiroshi disekolahkan di sekolah lanjutan swasta di Kyoto. Meskipun ia diharapkan untuk belajar hukum ataupun teknik di Universitas, perang dunia ke-2 datang, sehingga ia terpaksa menahan rencananya. Saat itu pun ia terlalu muda untuk berperang sehingga harus tetap bersekolah, ia diberikan tugas di pabrik kemiliteran.

Setelah perang dunia berakhir di tahun 1945, Hiroshi mengambil study di Universtas Waseda untuk belajar hukum. Tidak lama kemudian ia menikah dengan Michiko Inaba (tidak ada hubungan dengan Ayahnya) yang merupakan keturunan dari seorang samurai yang menjalankan usaha kecil di Kyoto, membuat serpihan cloisonn. Secara tradisi, kedua orang tua dari pasangan yang akan menikah seharusnya bertemu, namun karena ayahnya tidak ada, kakek neneknya lah yang mengurusi pernikahannya.

Memulai karir di Nintendo

Di tahun 1949, Kakek Hiroshi Yamauchi mengalami stroke. Sebagai President dari Nintendo dan sedang sakit, ia meminta cucunya untuk mengambil alih perusahaan dan harus meninggalkan sekolah dan bersegera untuk datang ke Nintendo untuk memangku jabatan sebagai president. Tanpa rasa iba, Hiroshi meminta dengan tegas beberapa syarat, salah satunya adalah bahwa dia yang menjadi satu-satunya anggota keluarga yang bekerja di Nintendo yang berarti saudara sepupunya harus dipecat. Kakeknya menyetujui dengan rasa enggan dan tidak lama kemudian ia meninggal tanpa sempat menyaksikan kesuksesan bisnis yang akan dialami Nintendo.

Diusia dua puluh satu tahun, Hiroshi meraih posisi president ketiga Nintendo, posisi yang seharusnya dimiliki oleh ayahnya. Karena usianya yang muda dan juga ia sangat kurang akan ilmu management serta kurang pengalaman, sebagian besar pegawai tidak menghormati dan tidak sediki yang membencinya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengganti semua karyawan lama dan juga memecat setiap manajer satu per satu, ia ingin menghilangkan tipikal tradisional dari Nintendo, bahkan penjaga yang menanyakan kewenangannya pun harus pergi dari perusahaannya.

Nama dari perusahaannya segera berubah menjadi Nintendo Karuta (Nintendo Playing Cards). Ia adalah orang yang pertama kali memperkenalkan kartu permainan orang Barat dari plastik ke dalam pasar Jepang. Kartu ini masih sangat baru di Jepang dan masyarakat mencampurnya dengan permainan judi ala barat seperti poker dan bridge. Kebanyakan aktifitas judi di Jepang secara teknis dilarang hanya ada beberapa pengecualian seperti judi balap kuda, pachinko dan lotere. Oleh karena itu, pasar untuk sesuatu hal berbau judi termasuk Hanafuda di dalamnya sangat terbatas.

Awal Kesuksesan Nintendo

Pada tahun 1959, Yamauchi membeli license dari Walt Disney untuk kartunya, Nintendo berhasil mencetak hits dengan menjual 600.000 pak kartu dalam setahun dan membuatnya mendominasi pasar permainan kartu Jepang. Meskipun mencetak hits, Hiroshi masih merasa ada yang kurang, dia merasa pasar Nintendo baru tersedia sedikit ruang untuk berkembang lalu ia mengganti lagi nama perusahaannya menjadi Nintendo Company, Limited (NCL). Karena memerlukan pembiayaan untuk bisnis barunya, Ia mengambil public Nintendo dan menjadi ketua perusahaannya. Ide-idenya untuk perusahaan – perusahaan barunya adalah nasi instant, perusahaan taxi Daiya, dan love hotel dengan sewa ruangan per jam. Nasi instantnya gagal, Yamauchi lelah bernegosiasi dengan persekutuan taxi, dan walaupun love hotelnya hanya nafsu personal saja, akhirnya ia menutupnya. Malahan, Yamauchi ingin mengambil keuntungan dari system distribusi Nintendo yang mana dicapai dalam mainan dan  toko serba ada di seluruh Negara tersebut dan Nintendo menjadi perusahaan hiburan.

Di tahun 1969, Hiroshi mengeset perusahaannya pada jalur baru dan membuat sebuah departement atau lembaga yang dinamainya Games sederhana. Membuka toko di Kyoto, ini merupakan kantor research dan development pertama Nintendo. Ia  menyewa Gunpei Yokoi untuk membuat project barunya di divisi Game, lalu ketika Yokoi menanyakan game apa yang ingin dibuat, Yamauchi hanya bilang, “Buatlah sesuatu yang hebat”. Mainan yang dibawa oleh Yokoi adalah Ultra Hand yang mana diperkirakan akan sukses. Dan setengah dekade kemudian, Nintendo telah tumbuh menjadi pembuat mainan yang sukses dengan produknya seperti seri Ultra, Love Tester, dan Pistol nyala dengan menggunakan solar sel sebagai targetnya. Bagaimanapun juga, popularitas dari nintendo brainchildren terbaru Laser Clay Series terganggu karena Jepang kekurangan sumber minyak beberapa tahun berikutnya sehingga Yamauchi harus membuat produk yang baru lagi.

Kisah Keluarga ditengah Majunya Nintendo

Yamauchi jarang-jarang melihat ibunya, ia semakin terlihat seperti bibi baginya. Ia tidak pernah melihat ayahnya lagi, dan ia pernah mengatakan bahwa baginya, ayahnya tidak berharga dan merupakan pendusta. Dan ketika ia (Yamauchi father’s) kembali dikemudian hari dan ingin sekali berbicara dengan anaknya, Yamauchi menolaknya. Lalu diakhir usianya  yang  ke-20an, Yamauchi mendengar bahwa ayahnya meninggal karena stroke dan ia duduk menyendiri seharian penuh sebelum akhirnya memutuskan untuk menghadiri pemakamannya. Kematian ayahnya merubah dia, dan dia berduka cita beberapa bulan setelah pemakaman. Yamauchi telah memaafkan ayahnya dan mulai mengunjungi makamnya secara teratur.

Michiko melahirkan anak pertamanya yang pertama ditahun 1950, anak perempuan yang dinamainya Yoko. Setelah Yoko lahir, Michiko mendapat beberapa kali keguguran dan sering kali sakit sehingga lebih sering di kasur. Hingga tujuh tahun kemudian ia baru bisa melahirkan anak perempuan kembali dan dinamai Fujiko lalu kemudian anak laki-laki, Katsuhito. Hiroshi lebih sering memikirkan Nintendo daripada anak-anaknya sehingga keluarganya membenci perusahaannya itu

Yoko kemudian menikah dengan Minoru Arakawa, seorang yang sangat dihormati oleh keluarga Kyoto yang memiliki bisnis tekstil dari beberapa generasi. Ia bekerja untuk perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan hotel dan kantor di dunia. Semenjak Yoko pindah ke Kanada dengan suaminya, saudara perempuannya tinggal di Jepang dan menikahi seorang Dokter. Katsuhito Yamauchi bekerja pada agen periklanan dikenal Dentsu ( tanpa sengaja merupakan perusahaan yang sama yang membentuk NDCube dengan NCL di tahun 2000 nantinya).

Memulai Era Elektronik

Hiroshi Yamauchi menyadari bahwa era teknologi di dunia industri elektronik mengartikan bahwa elektronika bisa dimasukkan kedalam produk yang berlabel hiburan untuk menanggulangi harga mainan yang terus menurun. Pada saat itu Atari dan Magnavox sudah menjual game divais untuk televisi. Hiroshi menginginkannya dan bernegosiasi perihal masalah lisensi dengan Magnavox untuk menjual game konsolnya Magnavox Odyssey. Setelah menyewa beberapa karyawan Sharp Elektronik, Nintendo melaunching Color TV Game 6 di Jepang, yang kemudian disertakan beberapa revisi dan updet.

Hiroshi memutuskan untuk mengepakkan sayapnya ke Amerika dengan tujuan mencari masukan di pasar Amerika. Ia mempekerjakan menantunya untuk mengepalai operasi di Amerika. Hal yang tidak diduga terjadi di Amerika, karena game seperti Radar Scope, Space Fever dan Sheriff yang menjadi Hit di Jepang sama sekali tidak sukses di Amerika. Akhirnya Yamauchi memperkerjakan disainer Shigeu Miyamoto yang mengerjakan Donkey Kong dan menjadi Hit di Amerika.

Hiroshi telah mencoba berbagai macam jenis bisnis dan mencapai sukses ketika menjual mainan (toy producer). Perusahaanya menjadi pengembang dan pembuat video game sejak tahun 1974. Sejak tahun 1983 hingga sekarang, Nintendo menjadi penghasil konsol game terkenal dan hanya perusahaan game konsolnya yang bertahan hingga sekarang.

Hiroshi bukanlah sesorang yang sangat suka terhadap Game akan tetapi Ia memiliki insting yang tajam terhadap kesukaan orang-orang. Dia merupakan pemegang kunci satu-satunya terhadap keputusan tiap produk Game. Meskipun segala keanehan tersebut, ia tetap sangat sukses dalam menjadikan Nintendo menjadi Perusahaan Multi-National.

Di  Penghujung akhir Karirnya

Yamauchi mengmumkan kepensiunannya beberapa kali hingga akhirnya benar-benar pensiun. Banyak orang yang berspekulasi tentang siapa orang yang akan menjadi penerusnya. Kandidat yang ada adalah vice president Atusho Asada, Minoru Akawa, Yamauchi’s son Katsuhito Yamauchi, dan Satoru Iwata.

Di bulan Mei tanggal 31 tahun 2002, Yamauchi turun dari posisinya sebagai president dan digantikan oleh Satoru Iwata dan Yamauchi menjadi kepala dari direksi. Dia keluar dari Direksipada tahun 2005 karena usianya. Ia menolak uang pensiun sari Nintendo (dilaporkan sekitar $9million-$14 million), ia bilang mungkin Nintendo bisa memakainya untuk kegunaan yang lebih baik.

Side Story, just addition…

Bassball club: di tahun 1992, Nintendo Company Limited mengambil alih Seattle Mariners baseball team. Hiroshi Yamauchi membeli club dengan harga 125 juta dolar amerika. Clubnya sekarang di kontrol oleh Nintendo Amerika, oleh Howard Lincoln.

Legacy of Nintendo;  Perusahaan Nintendo saat ini merupakan salah satu perusahaan paling berharga dari Jepang dengan harga pasar US$85billion. Nintendo mendapatkan penghargaan untuk user interface dari Nintendo Wii pada Annual Technology& Engineering Emmy Awards yang ke-59

List of Nintendo games



  • Wii games

Opini:

Mr. Yamauchi tumbuh dari keluarga broken home, yang menjadikannya sedikit sombong dan tegas, namun hal ini juga yang menghantarkannya menuju kesuksesan, satu hal penting yang bisa diambil dari kisahnya adalah untuk berhasil dalam bidang tertentu anda tdak harus menguasai/memahirkan ilmu, kita cukup menguasai ilmu memanaged orang saja serta dengan insting dan juga disertai dengan deterrminasi yang kuat.

Sumber:

http://www.spiritus-temporis.com/hiroshi-yamauchi/biography.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Hiroshi_Yamauchi

http://asianbiz.blogspot.com/2008/05/hiroshi-yamauchi-richest-man-of-japan.html

http://classicgames.about.com/od/classicvideogames101/p/FusajiroYamauch.html

http://www.gamehiker.com/wiki/index.php?title=Hiroshi_Yamauchi (early life)

http://en.wikipedia.org/wiki/Nintendo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: